Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ispa Anak Di Apotek Wahdah Iv Kabupaten Maros
DOI:
https://doi.org/10.64271/bf7qs257Unduhan
Abstrak
ISPA merupakan infeksi pada saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh masuknya organisme (bakteri dan virus) kedalam saluran pernafasan yang berlangsung selama 14 hari. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sering terjadi pada anak. Penyebab terjadinya adalah demam, batuk, pilek dan sakit tenggorokan dengan gejala faringitis, tonsillitis, sinusitis, dan otitis media. Penelitian telah dilakukan mengenai Rasionalitas Antibiotik Pada Pasien Infeksi saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Apotek Wahdah IV Kabupaten Maros Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasionalitas antibiotik pada pasien ISPA. Data yang digunakan berdasarkan data rekam medik dengan jumlah sampel penelitian 150 rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien laki-laki lebih banyak dari jumlah pasien perempuan, yaitu sebesar 69%. Antibiotik yang diberikan pada terapi ISPA adalah Amoxicillin, Azitromicin, Cefixime, Cefadroxil, Eritromicin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pasien ISPA yang paling banyak diigunnakan adalah golongan penisilin yaitu amoxicillin denga frekuensi 3x1 hal ini sudah sesuai dengan buku pedoman Pharmaceutical Care untuk ISPA. Penggunaan antibiotik yang rasional sebesar (98.6%)
Kata Kunci:
Antibiotik, Apotek Wahdah, ISPA, RasionalitasReferensi
Ansel, H, C, T. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi ke -4. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Baratawidjaja KG. Rengganis I. 2009. Imunologi Dasar FK UI. Edisi ke-8. Jakarta : FK UI.
Brooker, c, T. 2016. Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Departemen Kesehatan RI. 2005. Pharmaceutical Care untuk penyakit Infeksi Saluran Pernafasan. Departemeen Kesehatan Republik Indonesia.
Depertemen Kesehatan Indonesia, T. 2010. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Jakarta: DepKes RI.
Depertemen Kesehatan Indonesia, T. 2015. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan. Jakarta: DepKes RI.
F.Aulia, “Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada PAsien INfeksi Saluran Pernafasan Atas Akut (ISPaA) Di Puskesmas Dirgahayu Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan Periode Oktober-Desember 2017” 2018.
Hafridha Y. ( 2018). “Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut Diinstalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik” . Skripsi. Universitas Sumatera Utara
Joenoes, T. 2001. Resep yang Rasional. Surabaya: Edisi 3, Airlangga University Press.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, T. 2006. Pedoman Pengendalian Flu Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 364/ Menkes/SK/V/2006, pp. 9-10.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, T. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014. Jakarta : Indonesia.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, T. 2011. Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Terapi Antibiotik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pp. 27-37.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, T. 2011. Modul Penggunaan Obat Rasional. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, T. 2018. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta:Kementerian Kesehatan
Michael, J, T. 2008. Infection Disease, The MCGrraw=Hill Companies, Inc: Unites State of America.
Ozkurt, Z. T. 2020. Changes in antibiotic use, cost and comsumtion after an antibiotic restriction policy applied by infectious disease specialitists. :Jpn J infect Dis, 58.
Ranantha, R.,Eni Mahawati.,Krishwiharsi Kun., 2012.Hubungan Antara Karakteristik Balita Dengan Kejadian ISPA Pada Balita DI Desa Gandon Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nuswantoro, Semarang.
Rufaldi, C. D,. T. 2011. Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Batuk Kelompok Padiatrik di Instansi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Periode Januari-Desember 2010. Skripsi,. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, pp. 1-11.
Sutedjo, A, Y., T. 2008. Mengenal Obat-Obatan Secara Mudah dan Aplikasinya dalam Perawatan. Yokyakarta: Amara Books. Pp. 62.
Setiabudy, R., T. 2007. Pengantar Antimikroba. Jakarta: Edisi Kelima, Balai penerbit FKUI. Pp. 585
Tamaweol, D., Ali, R. H., T. 2016. Gambaran Foto Toraks Pada Penderita Batuk Kronis di Bagian/SMF Radiologi FK Unsrat/. Manado: RSUP Prof. Dr. R. D. Kandau..
World Health Organization, T. 2011. Guideline for the Management of Typhoid Fever. Switzerland: World Health Organization.
Zainuddin, M, T. 1999. Metodologi Penelitian. Surabaya: Airlangga University Press.
Zaman, N. J., T. 2011. Ars Prescsibendi (Resep Yang Rasional). Surabaya: Airlangga University Press.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Andi Andriani, Arifuddin Yunus, A Rufaidah Hashary (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.